<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Niaas8&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://niaas8.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niaas8.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 18:42:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='niaas8.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Niaas8&#039;s Weblog</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://niaas8.wordpress.com/osd.xml" title="Niaas8&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://niaas8.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>B. Aspek Bisnis di TI</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/28/b-aspek-bisnis-di-ti/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/28/b-aspek-bisnis-di-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 18:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[B. Aspek Bisnis di TI - Prosedur Pendirian Perusahaan IT Pendirian suatu badan usaha ada 2 jenis, yaitu badan usaha yang ber-badan hukum, seperti PT, yayasan, koperasi, dan BUMN, selain itu ada jenis badan usaha yang kedua tidak ber- badan hukum, seperti UD, PD, Firma, dan CV. Dalam membangun sebuah badan usaha, kita harus memperhatikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=350&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>B. Aspek Bisnis di TI</p>
<p>- Prosedur Pendirian Perusahaan IT</p>
<p>Pendirian suatu badan usaha ada 2 jenis, yaitu badan usaha yang ber-badan hukum, seperti PT, yayasan, koperasi, dan BUMN, selain itu ada jenis badan usaha yang kedua tidak ber- badan hukum, seperti UD, PD, Firma, dan CV. Dalam membangun sebuah badan usaha, kita harus memperhatikan beberapa prosedur peraturan perizinan, antara lain :</p>
<p>1. Tahapan Pengurusan Izin Pendirian</p>
<p>Bagi perusahaan berskala besar hal ini wajib menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini merupakan sebuah izin prinsip yang dikenal dengan <em>Letter of Intent</em> yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untk beerapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, <em>Letter of Intent</em> akan memberi turunan berupa <em>Letter of Appointment</em> sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi. Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :</p>
<p>1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP).</p>
<p>2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).</p>
<p>3. Bukti diri.</p>
<p>Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan.</p>
<p>2. Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian.</p>
<p>3. Izin Domisili.</p>
<p>4. Izin Gangguan.</p>
<p>5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB).</p>
<p>6. Izin dari Departemen Teknis</p>
<p>2. Tahapan Pengesahan Menjadi Badan Hukum</p>
<p>Setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).</p>
<p>3. Tahapan Penggolongan Menurut Bidang Yang Dijalani.</p>
<p>Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.</p>
<p>4. Tahapan Mendapatkan Pengakuan, Pengesahan Dan Izin Dari Departemen Lain Yang Terkait</p>
<p>Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan, Izin Reklame, dll.</p>
<p>1. Tugas dan lingkup pekerjaan</p>
<p>2. Tanggal mulai dan berakhirnya pekerjaan</p>
<p>3. Harga borongan pekerjaan</p>
<div> - Drafft Kontrak Kerja IT</div>
<div>
<div>Kontrak (perjanjian) adalah suatu &#8220;peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal&#8221;. (Subekti, 1983:1).</div>
<div></div>
<div align="justify">Syarat sahnya kontrak (perjanjian)</div>
<div align="justify">Menurut Pasal 1338 ayat (1) bahwa perjanjian yang mengikat hanyalah perjanjian yang sah. Supaya sah pembuatan perjanjian harus mempedomani Pasal 1320 KHU Perdata.</div>
<div align="justify">Pasal 1320 KHU Perdata menentukan empat syarat sahnya perjanjian yaitu harus ada :</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>1. Kesepakatan</strong></div>
<div align="justify">Yang dimaksud dengan kesepakatan di sini adalah adanya rasa ikhlas atau saling memberi dan menerima atau sukarela di antara pihak-pihak yang membuat perjanjian tersebut. Kesepakatan tidak ada apabila kontrak dibuat atas dasar paksaan, penipuan, atau kekhilafan.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>2. Kecakapan</strong></div>
<div align="justify">Kecakapan di sini berarti para pihak yang membuat kontrak haruslah orang-orang yang oleh hukum dinyatakan sebagai subyek hukum. Pada dasarnya semua orang menurut hukum cakap untuk membuat kontrak. Yang tidak cakap adalah orang-orang yang ditentukan oleh hukum, yaitu anak-anak, orang dewasa yang ditempatkan di bawah pengawasan (curatele), dan orang sakit jiwa. Anak-anak adalah mereka yang belum dewasa yang menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan belum berumur 18 (delapan belas) tahun. Meskipun belum berumur 18 (delapan belas) tahun, apabila seseorang telah atau pernah kawin dianggap sudah dewasa, berarti cakap untuk membuat perjanjian.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>3. Hal tertentu</strong></div>
<div align="justify">Maksudnya objek yang diatur kontrak harus jelas, setidak-tidaknya dapat ditentukan. Jadi, tidak boleh samar-samar. Hal ini penting untuk memberikan jaminan atau kepastian kepada pihak-pihak dan mencegah timbulnya kontrak fiktif.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>4. Sebab yang dibolehkan</strong></div>
<div align="justify">Maksudnya isi kontrak tidak boleh bertentangan dengan perundang-undangan yang bersifat memaksa, ketertiban umum, dan atau kesusilaan.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left">Cara membuat kontrak (perjanjian) kerja :</div>
<div align="justify">Untuk membuat kontrak kerja biasanya didahului oleh masa yang harus dilalui sebelum adanya kontrak kerja yang disebut masa percobaan.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>1. Masa Percobaan</strong></div>
<div align="justify">Masa percobaan dimaksudkan untuk memperhatikan calon buruh (magang), mampu atau tidak untuk melakukan pekerjaan yang akan diserahkan kepadanya serta untuk mengetahui kepribadian calon buruh (magang).</div>
<div align="justify"><strong>2. Yang Dapat Membuat Perjanjian Kerja</strong></div>
<div align="justify">Untuk dapat membuat (kontrak) perjanjian kerja adalah orang dewasa.</div>
<div align="left"><strong>3. Bentuk Perjanjian Kerja</strong></div>
<div align="justify">Bentuk dari Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu berbeda dengan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.</div>
<div align="justify">Bagi perjanjian kerja untuk waktu tertentu harus dibuat secara tertulis dengan menggunakan bahasa Indonesia dan tulisan latin</div>
<div align="justify">Bagi perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu bentuknya bebas artinya dapat dibuat secara tertulis maupun lisan. Selain itu bahasa maupun yang digunakan juga bebas, demikian juga dibuat rangkap berapa terserah pada kedua belah pihak.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>4. Isi Perjanjian Kerja</strong></div>
<div align="justify">Baik dalam KUH Perdata maupun dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-05/PER/1986 tentang Kesepakatan Kerja Untuk Waktu Tertentu tidak ditentukan tentang isi dari perjanjian kerja. Pada pokoknya isi dari perjanjian kerja tidak dilarang oleh peraturan perundangan atau tidak bertentangan dengan ketertiban atau kesusilaan.</div>
<div align="justify"><strong>5. Jangka Waktu Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu</strong></div>
<div align="justify">Dalam perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu, dapat diadakan paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang hanya 1 (satu) kali saja dengan waktu yang sama, tetapi paling lama 1 (satu) tahun. Untuk mengadakan perpanjangan pengusaha harus memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada buruh selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut berakhir.</div>
<div align="justify">Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diperbaharui hanya 1 (satu) kali saja dan pembeharuan tersebut baru dapat diadakan setelah 21 (dua puluh satu) hari dari berakhirnya perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"><strong>6. Penggunaan Perjanjian Kerja</strong></div>
<div align="justify">Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat diadakan untuk pekerjaan tertentu yang menurut sifat, jenis atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu :</div>
<div align="justify">- yang sekali selesai atau sementara sifatnya</div>
<div align="justify">- diperkirakan untuk waktu yang tidak terlalu lama akan selesai</div>
<div align="justify">- bersifat musiman atau yang berulang kembali</div>
<div align="justify">- yang bukan merupakan kegiatan pokok suatu perusahaan atau hanya merupakan penunjang</div>
<div align="justify">- yang berhubungan dengan produk baru, atau kegiatan baru atau tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajagan.</div>
<div align="justify">Bagi perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat diadakan untuk semua pekerjaan, tidak membedakan sifat, jenis dan kegiatannya.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="left"><strong>7. Uang Panjar</strong></div>
<div align="justify">Jika pada suatu pembuatan perjanjian kerja diberikan oleh majikan dan diterima oleh buruh uang panjar, maka pihak manapun tidak berwenang membatalkan kontrak (perjanjian) kerja itu dengan jalan tidak meminta kembali atau mengembalikan uang panjar (Pasal 1601e KUH Perdata). Meskipun uang panjar dikembalikan atau dianggap telah hilang, perjanjian kerja tetap ada.</div>
</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">sumber :</div>
<div align="justify">http://www.asiamaya.com/konsultasi_hukum/perj_kerja/kontrak_kerja.htm</div>
<div align="justify"><a href="http://www.slideshare.net/spgumbrella/prosedur-pendirian-pt">http://www.slideshare.net/spgumbrella/prosedur-pendirian-pt</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=350&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/28/b-aspek-bisnis-di-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A. Peraturan dan Regulasi</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/28/a-peraturan-dan-regulasi/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/28/a-peraturan-dan-regulasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 18:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[A. Peraturan dan Regulasi - UU No.36 Telekomunikasi Azas &#8211; azas dan tujuan terdapat dalam bab II, yaitu : * Pasal 2 : telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan azas manfaat,adil, dan merata,    kepastian hukum, keamanan,kemitraan,etika, dan kepercayaan pada diri sendiri. * Pasal 3 : telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=346&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Peraturan dan Regulasi</p>
<p>- UU No.36 Telekomunikasi</p>
<p>Azas &#8211; azas dan tujuan terdapat dalam bab II, yaitu :</p>
<p>* Pasal 2 : telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan azas manfaat,adil, dan merata,    kepastian hukum, keamanan,kemitraan,etika, dan kepercayaan pada diri sendiri.</p>
<p>* Pasal 3 : telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adi dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.</p>
<p># Keterbatasan UU No. 36 dalam mengatur TI :</p>
<p>Undang-undang ini berisikan asas dan tujuan telekomunikasi, penyidikan, penyelenggaraan telekomunikasi, sangsi administrasi dan ketentuan pidana.</p>
<p>Menurut undang-undang No. 36 Tahun 1999 mengenai Telekomunikasi pada pasal 38 yang berisikan <strong>“Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi”</strong>. Pada undang-undang ini lebih terfokus kepada gangguan yang bersifat infrastruktur dan proses transmisi data, bukan mengenai isi content informasi. Dengan munculnya undang-undang ini membuat terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi.</p>
<p>Jadi UU no.36 tersebut dapat mengatur penggunaan teknologi informasi, karena dalam undang-undang tersebut berarah kepada tujuan telekomunikasi dan otomatis dapat sekaligus mengatur penggunaan informasi tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Dalam undang-undang ini juga tertera tentang penyelenggaraan telekomunikasi, sehingga telekomunikasi dapat diarahkan dengan baik karena adanya penyelenggaraan telekomunikasi tersebut.</p>
<p>Penyidikan dan sangsi administrasi dan ketentuan pidana pun tertera dala undang-undang ini, sehingga penggunaan telekomunikasi lebih terarah dan tidak menyimpang dari undang-undang yang telah ada. Sehingga menghasilkan teknologi informasi yang baik dalam masyarakat.</p>
<p>- Implikasi Pemberlakuan RUU ITE</p>
<p>Undang-undang ini berisikan asas dan tujuan telekomunikasi, penyidikan, penyelenggaraan telekomunikasi, sangsi administrasi dan ketentuan pidana.</p>
<p>Menurut undang-undang No. 36 Tahun 1999 mengenai Telekomunikasi pada pasal 38 yang berisikan <strong>“Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi”</strong>. Pada undang-undang ini lebih terfokus kepada gangguan yang bersifat infrastruktur dan proses transmisi data, bukan mengenai isi content informasi. Dengan munculnya undang-undang ini membuat terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi.</p>
<p>Jadi UU no.36 tersebut dapat mengatur penggunaan teknologi informasi, karena dalam undang-undang tersebut berarah kepada tujuan telekomunikasi dan otomatis dapat sekaligus mengatur penggunaan informasi tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Dalam undang-undang ini juga tertera tentang penyelenggaraan telekomunikasi, sehingga telekomunikasi dapat diarahkan dengan baik karena adanya penyelenggaraan telekomunikasi tersebut.</p>
<p>Penyidikan dan sangsi administrasi dan ketentuan pidana pun tertera dala undang-undang ini, sehingga penggunaan telekomunikasi lebih terarah dan tidak menyimpang dari undang-undang yang telah ada. Sehingga menghasilkan teknologi informasi yang baik dalam masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber :</p>
<p><a href="http://www.tempo.co.id/hg/peraturan/2004/03/29/prn,20040329-17,id.html" target="_blank">http://www.tempo.co.id/hg/peraturan/2004/03/29/prn,20040329-17,id.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=346&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/28/a-peraturan-dan-regulasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Business Partner Pada Compiere</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/10/business-partner-pada-compiere/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/10/business-partner-pada-compiere/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 19:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Business Partner adalah sebuah entity dengan siapa kita melakukan bisnis atau transaksi. Business Partner memiliki rule seperti Customer, Vendor dan karyawan (orang – orang yang akan dibayar atau membayar dan membutuhkan data). Cara memeasukkan data pada bisnis partner : - Definisikan Import Loader Format - Definisikan Import File - LoadFile - Verifydata Sales order merupakan modul untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=334&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Business Partner adalah sebuah entity dengan siapa kita melakukan bisnis atau transaksi.</p>
<p>Business Partner memiliki rule seperti Customer, Vendor dan karyawan (orang – orang yang akan</p>
<p>dibayar atau membayar dan membutuhkan data).</p>
<p>Cara memeasukkan data pada bisnis partner :</p>
<p>- Definisikan Import Loader Format</p>
<p>- Definisikan Import File</p>
<p>- LoadFile</p>
<p>- Verifydata</p>
<p><a href="http://niaas8.files.wordpress.com/2011/11/bagan-compiere.jpg"><br />
</a><br />
Sales order merupakan modul untuk mengelola penjualan dari suatu pemesanan.</p>
<p>Sales order dikatakan memenuhi yaitu jika jumlah pesanan sama dengan jumlah yang dikirimkan</p>
<p>dan juga jumlah faktur.<br />
<a href="http://niaas8.files.wordpress.com/2011/11/bagan-compiere.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-335" style="border-color:initial;border-style:initial;" title="bagan-compiere" src="http://niaas8.files.wordpress.com/2011/11/bagan-compiere.jpg?w=535" alt=""   /></a></p>
<div style="text-align:center;"><span style="color:#0000ee;"><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></span>Bagan Sales Order</div>
<div style="text-align:left;">
<p>Generate PO from Sales Order(POS) adalah Setelah Sales Order (SO) selesai, kita dapat membuat</p>
</div>
<div style="text-align:left;">Purchase Order (PO) untuk masing-masing Sales Order. Purchase Order selalu hanya merupakan</div>
<div style="text-align:left;">satu dari Sales Order, dalam arti satu Sales Order untuk satu Purchase Order.</div>
<div style="text-align:left;">Sumber :</div>
<div style="text-align:left;">www.google.com</div>
<div style="text-align:left;">astrobo-yeah.blogspot.com</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=334&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/10/business-partner-pada-compiere/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://niaas8.files.wordpress.com/2011/11/bagan-compiere.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bagan-compiere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Pendekatan Perancangan Sistem secara Terstruktur dan Berorientasi Objek</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/10/perbedaan-pendekatan-perancangan-sistem-secara-terstruktur-dan-berorientasi-objek/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/10/perbedaan-pendekatan-perancangan-sistem-secara-terstruktur-dan-berorientasi-objek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 19:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, salah satunya yaitu dengan melakukan pendekatan sistem secara terstuktur dan berorientasi objek. Pendekatan terstruktur adalah metode perkembangan sistem dengan menyediakan sistem tambahan yang berupa alat &#8211; alat dan teknik &#8211; teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle. Sedangkan pendekatan berorientasi objek adalah cara baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=330&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, salah satunya yaitu dengan melakukan pendekatan sistem secara terstuktur dan berorientasi objek. Pendekatan terstruktur adalah metode perkembangan sistem dengan menyediakan sistem tambahan yang berupa alat &#8211; alat dan teknik &#8211; teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap<br />
mengikuti ide dari system life cycle. Sedangkan pendekatan berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas.</p>
<p>Pendekatan terstruktur lebih dikenal dengan Structured Analisys and Design (SSAD), sedangkan pendekatan berorientasi objek disebut dengan Object-oriented Analysis and Design (OOAD). Pendekatan terstruktur lebih mengarah pada pendekatan fungsional. Pada pendekatan berorientasi objek lebih melakukan pendekatan pada objek. Objek merupakan identitas berarti bahwa data diukur mempunyai nilai tertentu yang membedakan entitas. Pendekatan terstruktur melakukan dekomposisi permasalahan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dari konteks sampai proses-proses yang paling kecil sedangkan pada pendekatan berorientasi objek, dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem.</p>
<p>Pendekatan pengembangan sistem secara terstruktur lebih sulit digunakan dalam pembangunan sistem karena beberapa tools yang digunakan tidak cukup untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi. Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system. Salah satu alasannya karena tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem. Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).</p>
<p>Beberapa keunggulan pendekatan terstruktur dibandingkan dengan pendekatan berorientasi objek adalah pendekatan terstruktur tidak fokus pada koding, sedangkan pendekatan berorientasi objek cenderung fokus terhadap koding. Keunggulan yang lain adalah pada pendekatan terstruktur lebih menekankan pada kinerja tim, sedangkan pendekatan berorientasi tidak.</p>
<p>Beberapa tools yang digunakan pada pendekatan pengembangan sistem secara terstruktur seperti:<br />
- DFD (Data Flow Diagram )<br />
- Kamus Data<br />
- Entity Relationship Diagram (ERD)<br />
- State Transition Diagram (STD)</p>
<p>dan tools yang digunakan pada pendekatan sistem berorientasi objek seperti :<br />
- Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)<br />
- Fusion (Coleman 1994)<br />
- STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)<br />
- Berard’s object-oriented design (Berard 1991)<br />
- Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)<br />
- Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad &amp; Yourdon 1989)<br />
- Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad &amp; Yourdon 1991)<br />
- Jacobson’s Objectory (Jacobson &amp; Linstrom 1992)<br />
- Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)<br />
- Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer &amp; Mellor 1988)</p>
<p>Berikut akan adalah perbandingan antara kelebihan dan kekurangan dari pendekatan terstruktur dan berorientasi objek.</p>
<p>Keuntungan pendekatan terstruktur :<br />
- Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).<br />
- Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).<br />
- Standarisasi (standardization).<br />
- Orientasi ke masa datang (future orientation).<br />
- Mengurangi ketergantungan pada disainer (less reliance on artistry).</p>
<p>Keuntungan pendekatan berorientasi objek :<br />
- Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system<br />
- Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).<br />
- Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.<br />
- Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.<br />
- Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).<br />
- Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).<br />
- Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.<br />
- OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.<br />
- Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.</p>
<p>Sedangkan untuk kekurangan dari pendekatan tersruktur :<br />
- SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.<br />
- Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD.<br />
Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.<br />
- Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).<br />
- Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.<br />
- Pada SAAD sulitt sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.<br />
- SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.<br />
- SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).</p>
<p>http://www.gangsir.com</p>
<p>http://alexomie.wordpress.com/2011/04/14/metodologi-berorientasi-objek/</p>
<p>http://supriliwa.wordpress.com/2010/05/07/perbandingan-metode-terstruktrur-dan-obyek-oriented-pada-pengambangan-sistem-informasi/</p>
<p>http://pyia.wordpress.com/2011/11/07/perbedaan-perancangan-terstruktur-dan-perancangan-berorintasi-objek/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=330&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/11/10/perbedaan-pendekatan-perancangan-sistem-secara-terstruktur-dan-berorientasi-objek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LAYANAN TELEMATIKA</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/layanan-telematika/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/layanan-telematika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 17:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Layanan Telematika   Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 6 tahun 2001. Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembanganilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=326&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Layanan Telematika</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 6 tahun 2001. Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembanganilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.</p>
<p>Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan potensi teknologi telematika secara baik, dan oleh karena itu Indonesia terancam “digital divide” yang semakin tertinggal terhadap negara-negara maju. Kesenjangan prasarana dan sarana telematika antara kota dan pedesaaan, juga memperlebar rurang perbedaan sehingga terjadi pula “digital divide” di dalam negara kita sendiri. Indonesia perlu melakukan terobosan agar dapat secara efektif mempercepat pendayagunaan teknologi telematika yang potensinya sangat besar itu,untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempererat persatuan bangsa sebagai landasan yang kokoh bagi pembangunan secara berkelanjutan. Di dalam hal ini pemerintah perlu secara proaktif dan dengan komitmen yang tinggi membangunkesadaran politik dan menumbuhkan komitmen nasional,membentuk lingkungan bisnis yang kompetitif, serta meningkatkan kesiapan masyarakat untuk mempercepat pengembangan dan pendayagunaan teknologi telematika secara sistematik.</p>
<p>Indonesia perlu menyambut komitmen dan inisiatif berbagai lembaga internasional, kelompok negara atau negara-negara lain secara sendiri-sendiri dalam meningkatkankerja sama yang lebih erat dalam penyediaan sumber daya pembiayaan, dukungan teknis, dan sumber daya lain untuk membantu Indonesia sebagai negara berkembang mengatasi “digital divide”. Dengan kenyataan tersebut, pemerintah dengan ini menyatakan komitmen untuk melaksanakan kebijakan serta melakukan langkah-langkahdalam bentuk program aksi yang dapat secara nyata mengatasi “digital divide”, dengan arah pengembangan sebagai yang dimaksud dalam isi kerangka kebijakan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>A. Layanan Telematika dibidang Informasi</strong></p>
<p>Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi- lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B. Layanan Telematika di bidang Keamanan</strong></p>
<p>Layanan telemaatika juga dimanfaatkan pada sektor– sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau</p>
<p>laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website . Semoga saja daerah– daerah lainnya yang tersebar diseluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin. Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pula penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI, perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, dan penyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel, serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>C. Layanan Context Aware dan Event-Based</strong></p>
<p>Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu.</p>
<p>Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user</p>
<p>akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:</p>
<p>1.The acquisition of context.</p>
<p>Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.</p>
<p>2.The abstraction and understanding of context.</p>
<p>Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.</p>
<p>3.Application behaviour based on the recognized context.</p>
<p>Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>D. Layanan Perbaikan Sumber</strong></p>
<p>Indonesia pada saat ini tengah dalam masa transisi menuju negara demokrasi. Dengan sistem</p>
<p>pemerintahan yang terdesentralisasi dalam negara kesatuan dan persatuan bangsa yang kukuh. Untuk mempercepat proses demokrasi dalam kesatuan dan persatuan tersebut, Indonesia harus mampu mendayagunakan potensi teknologi telematika untuk keperluan :</p>
<p>1.Meniadakan hambatan pertukaran informasi antar masyarakat dan antar wilayah negara, karena hanya dengan demikian berbagai bentuk kesenjangan yang mengancam kesatuan bangsa dapat teratasi secara bertahap;</p>
<p>2.Memberikan kesempatan yang sama serta meningkatkan ketersediaan informasi dan pelayanan publik yang diperlukan untuk memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, serta memperluas jangkauannya agar dapat mencapai seluruh wilayah negara;</p>
<p>3.Memperbesar kesempatan bagi usaha kecil dan menengah untuk berkembang karena dengan teknologi telematika mampu memanfaatkan pasar yang lebih luas;</p>
<p>4.Meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kemampuan inovasi dalam sektor produksi, serta memperlancar rantai distribusi,agar daya saing ekonomi nasional dalam persaingan global dapat diperkuat;</p>
<p>5. Meningkatkan transparansi dan memperbaiki efisiensi pelayanan publik, serta memperlancar interaksi antar lembaga-lembaga pemerintah, baik pada tingkat pusat maupun daerah, sebagai landasan untuk membentuk kepemerintahan yang efektif, bersih,dan berorientasi pada kepentingan rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.scribd.com/">http://www.scribd.com</a></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=326&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/layanan-telematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arsitektur Telematika Sisi Client / Server Serta Kolaborasinya</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/arsitektur-telematika-sisi-client-server-serta-kolaborasinya/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/arsitektur-telematika-sisi-client-server-serta-kolaborasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 16:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Arsitektur Client Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie. Karakteristik : - Memulai terlebih dahulu permintaan ke server. - Menunggu dan menerima balasan. - Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu. - Berinteraksi langsung dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=323&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arsitektur Client</p>
<p>Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie.</p>
<p>Karakteristik :<br />
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.<br />
- Menunggu dan menerima balasan.<br />
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.<br />
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.</p>
<p>Arsitektur Server</p>
<p>Pada server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.</p>
<p>Karakteristik :<br />
- Menunggu permintaan dari salah satu client.<br />
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.<br />
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.<br />
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.</p>
<p>Secara umum Arsitektur Client-Server merupakan sebuah aplikasi terdistribusi yang bertugas untuk mempartisi atau membagi pekerjaan antara server(penyedia layanan) dan client. Client dan server sering juga beroperasi menggunakan jaringan komputer pada hardware yang terpisah. Server adalah sebuah mesin yang memiliki performa tinggi dan menjalankan satu atau lebih program untuk memberikan data-data pada client. Sebuah client tidak mempunyai sumber daya apapun, namun meminta server untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Oleh karena itu clientlah yang terlebih dahulu memulai sesi komunikasi dengan server yang menunggu request dari clientnya.</p>
<p>Dalam perkembangannya, client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan ini adalah superstar pada era pertama dimunculkannya konsep client dan server. Saat ini perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar.</p>
<p>Kolaborasi client &#8211; server</p>
<p>1. Arsitektur Single- Tier<br />
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.</p>
<p>2. Arsitektur Two-tier<br />
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.</p>
<p>3. Arsitektur Three-tier<br />
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=323&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/arsitektur-telematika-sisi-client-server-serta-kolaborasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN TELEMATIKA</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/perkembangan-telematika/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/perkembangan-telematika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 07:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Telematika   Perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. 1. Periode Rintisan Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=317&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Perkembangan Telematika</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat.</p>
<p>1. Periode Rintisan<br />
Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh<br />
Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan<br />
akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis.</p>
<p>Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup<br />
mengindahkan perkembangan telematika.</p>
<p>Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun<br />
demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia,<br />
mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan<br />
internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.<br />
Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat<br />
dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa- bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.</p>
<p>Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation)digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakatmulai memandangnya sebagai internet.</p>
<p>Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an.<br />
Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat olehJhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun- tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.<br />
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar<br />
menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.</p>
<p>Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society – Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti “JUNK/Batavia”. Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR.</p>
<p>Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan<br />
komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama<br />
Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.</p>
<p>2. Periode Pengenalan<br />
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang  jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah<br />
dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.<br />
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor.<br />
ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.</p>
<p>Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politikdan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI(Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.<br />
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.<br />
Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Disaat keterbukaan yang<br />
diusung gerakan moral reformasi, stasiun televise yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).</p>
<p>Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya<br />
demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkan suatu keputusan terkait perkembanga telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara &#8211; cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailinglist internet terbesar di Indonesia.</p>
<p>3. Periode Aplikasi<br />
Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.</p>
<p>Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mualai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi,  kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.</p>
<p>Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika<br />
dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan<br />
pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.</p>
<p>Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access<br />
point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.<br />
Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama<br />
di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya.<br />
Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.</p>
<p>Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.</p>
<p>Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawaimplikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.</p>
<p>Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala dimasyarakat. Walaupun demikian, masih banyak factor lain yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tertentu dan factor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda.</p>
<p>sumber :</p>
<p>- www.gudangmateri.com</p>
<p align="center">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=317&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/perkembangan-telematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trend Kedepan Telematika</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/trend-kedepan-telematika/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/trend-kedepan-telematika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 07:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Trend Kedepan Telematika Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah cukup canggih apalagi dengan banyak diciptakannya media teknologi yang hanya dengan satu alat bisa memiliki banyak fungsi. Seperti yang bisa kita lihat saat ini kemajuan teknologi handphone. Awalnya teknologi ini hanya digunakan untuk media komunikasi, tetapi bisa dilihat saat ini banyak berbagai merk handphone yang menyediakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=315&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Trend Kedepan Telematika</p>
<p>Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah cukup canggih apalagi dengan banyak diciptakannya media teknologi yang hanya dengan satu alat bisa memiliki banyak fungsi. Seperti yang bisa kita lihat saat ini kemajuan teknologi handphone. Awalnya teknologi ini hanya digunakan untuk media komunikasi, tetapi bisa dilihat saat ini banyak berbagai merk handphone yang menyediakan fasilitas canggih didalamnya.</p>
<p>Internet juga merupakan hasil pekembangan teknologi informasi yang saat ini digunakan oleh hampir semua orang didunia. Dengan pemanfaatan internet kita bisa memperoleh informasi – informasi yang kita butuhkan tanpa harus datang ketempat sumber informasi itu berada. Selain itu kita bisa berkomunikasi dengan orang dari jarak jauh. Dengan kemajuan telematika yang ada saat ini menurut saya perkembangannya pasti akan jauh lebih baik karena manusia pasti akan menciptakan teknologi yang baru, kerena kebutuhan manusia itu tidak terbatas dan manusia sendiri tidak akan pernah puas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=315&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/trend-kedepan-telematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEFINISI TELEMATIKA</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/definisi-telematika/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/definisi-telematika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 06:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Telematika &#160; Kemajuan teknologi informasi menuntut kita untuk bisa mengikuti perkembangannya. Teknologi informasi yang bertemu dengan sistem jaringan komunikasi disebut dengan telematika. Telematika sendiri sebenarnya diangkat dari bahasa Prancis yaitu Telematique. Banyak ahli telematika yang berpendapat telematics merupakan gabungan dari dua kata yaitu Telecommunication dan Informatics yang merupakan perpaduan konsep Computing  and Communication. Telematika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=311&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Definisi Telematika</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemajuan teknologi informasi menuntut kita untuk bisa mengikuti perkembangannya. Teknologi informasi yang bertemu dengan sistem jaringan komunikasi disebut dengan telematika. Telematika sendiri sebenarnya diangkat dari bahasa Prancis yaitu Telematique.</p>
<p>Banyak ahli telematika yang berpendapat telematics merupakan gabungan dari dua kata yaitu Telecommunication dan Informatics yang merupakan perpaduan konsep Computing  and Communication. Telematika sendiri lahir dari perkembangan teknologi digital, karena itu sering disebut the new hybrid technology. Dalam wikipedia disebutkan bahwa telematics juga sering disebut dengan Information and Communications Technology ( ICT ).</p>
<p>Menurut pak Moesjiono telematika merupakan konvergensi dari</p>
<p>Tele     : Telekomunikasi,</p>
<p>ma       : Multimedia,</p>
<p>tika      : informatika,</p>
<p>Telematika sering dipakai dalam berbagai bidang, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai teknologi komunikasi dan informatika atau ICT ( Infromation and Communication Technology ). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan, dan penyimpanan ionformasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.</li>
<li>Teknologi sitem navigasi / penempatan global atau GPS ( Global Positioning System ) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah ( mobile commmunication technology ).</li>
<li>Bidang kendaraan dan lalulintas ( road vehicle dan vehicle telematics ).</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber:</p>
<p>- www.wikipedia.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=311&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/10/10/definisi-telematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas 3 &#8220;Pemenggalan Suku Kata&#8221;</title>
		<link>http://niaas8.wordpress.com/2011/05/25/tugas-3-pemenggalan-suku-kata/</link>
		<comments>http://niaas8.wordpress.com/2011/05/25/tugas-3-pemenggalan-suku-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 19:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niaas8.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Nama Kelompok              :  1. Dimas Hendrian Nugraha   (10108592) 2. Nia Fadila Rizki                              (11108414) 3. Rahma Mutia                                (11108562) Kelas                                     :  3KA02 SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADAKATA BAHASA  INDONESIA : KASUS PADA HURUF AWAL B berdasarkan dari hasil analisis yang telah kami baca dari makalah ini ada beberapa yang ingin kami jelaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=308&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama Kelompok              :  1. Dimas Hendrian Nugraha   (10108592)</p>
<p>2. Nia Fadila Rizki                              (11108414)</p>
<p>3. Rahma Mutia                                (11108562)</p>
<p>Kelas                                     :  3KA02</p>
<p style="text-align:center;">SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADAKATA BAHASA  INDONESIA : KASUS PADA HURUF AWAL B</p>
<p style="text-align:left;">berdasarkan dari hasil analisis yang telah kami baca dari makalah ini ada beberapa yang ingin kami jelaskan mengenai makalah ini. mengenai topik yang digunakna sudah sesuai dengan makalah ini.</p>
<p>                                   Hasil analisis : pada judul ada yang tidak menggunakan spasi sebagai pemisahan antar kata, sehingga dalam pemrosesan pembacaan menjadi rancu.</p>
<p>Uraian pendahuluan           :  Analisis kesalahan, yaitu :</p>
<p>Sejak komputer berhasil diciptakan orang  =  sejak komputer  diciptakan</p>
<p>di kalangan =  dikalangan</p>
<p>menggunakannya = menggunakan</p>
<p>menamakannya = menamakan</p>
<p>Di antaranya = diantaranya</p>
<p>seperti linguistik komputasional dan bahkan inteligensi buatan = seperti, linguistik komputasional dan intelegensi buatan.</p>
<p>Mengilangkan kata pun</p>
<p>sudah banyak = banyak (pemborosan kata)</p>
<p>Mesin penerjemah adalah salah satu aplikasi dalam NLP  yang terus diteliti agar dapat dihasilkan mesin penerjemah yang dapat menerjemahkan bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain =  mesin penerjemah adalah salah satu aplikasi dalam NLP  yang diamati agar menghasilkan mesin penerjemah yang dapat menerjemahkan bahasa satu kedalam bahasa yang lain.</p>
<p>Haruslah = harus (tidak ada imbuhan –lah)</p>
<p>Pragmatik = Fragmatik</p>
<p>sampai ke = sampai –ke</p>
<p>masih muncul banyak kesalahan = kata masih dan muncul dihilangkan</p>
<p>kata yang betul = kata yang benar</p>
<p>2. Pemenggalan suku kata</p>
<p>Atas = tidak digunakan pada paragraph pertama kalimat pertama.</p>
<p>Boleh = dapat</p>
<p>Ke dalam = kedalam</p>
<p>Demikian = tersebut</p>
<p>Dapat dengan tanpa = dirubah menjadi tidak</p>
<p>Itu = tersebut</p>
<p>Empat atau lebih huruf = empat huruf atau lebih</p>
<p>Pada kata yang berawalan dengan huruf b = tersebut</p>
<p>Di sini = disini</p>
<p>Disebut di atas = disebutkan diatas</p>
<p>Berawal dengan = berawalan</p>
<p>Di dalam = dalam</p>
<p>Untuk sementara = untuk</p>
<p>Di atas = diatas</p>
<p>4.  Hasil percobaan</p>
<p>Kata berawalan b yang diperoleh dari koleksi kedua adalah = dihilangkan</p>
<p>5. Kesimpulan</p>
<p>Berawal dengan = berawalan dengan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/niaas8.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/niaas8.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=niaas8.wordpress.com&amp;blog=4504814&amp;post=308&amp;subd=niaas8&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niaas8.wordpress.com/2011/05/25/tugas-3-pemenggalan-suku-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c79e0c36f968f9f39f94617ee0e37826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
